Sinopsis Novel: Ronggeng Dukuh Paruk



Judul : Ronggeng Dukuh Paruk
Penulis : Ahmad Tohari
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978 – 979 – 22 – 7728 – 9
Isi : 408 halaman
Cetakan : November 2011

Oleh Taufiq Nugroho

Novel ini merupakan penyatuan trilogi Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dini Hari dan Jantera Bianglala, ini berarti dengan membeli satu buku kita dapat tiga buku sekaligus. Apalagi dengan memasukkan kembali bagian-bagian yang tersensor selama 22 tahun, membuat saya penasaran dengan isi buku karya Ahmad Tohari ini. Ahmad Tohari adalah penulis kelahiran Banyumas, 13 Juni 1948 yang tidak pernah melepaskan diri dari pengalaman hidup kedesaanya. Dia memiliki kesadaran dan wawasan alam yang begitu jelas terlihat pada buku ini.

Sinopsis Novel: Jentera Bianglala


Judul : Jentera Bianglala
Pengarang : Ahmad Tohari
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 1986
Tebal Buku : 235 Halaman

Dukuh Paruk menjadi tempat yang sangat memprihatinkan setelah terjadi bencana besar yaitu pembakaran rumah penduduk akibat kisruh 1965. Rumah dan harta benda semua habis terbakar, beruntung bagi Dukuh Paruk karena orang-orang sudah terbiasa menerima musibah, seperti tragedi tempe bongkrek yang banyak merenggut jiwa. Tetapi musibah kali ini sungguh di luar dugaan mereka. Mereka harus tinggal dan makan seadanya. Orang-orang dari luar desa pun tidak ada yang memberi bantuan.

Sinopsis Novel: Di Kaki Bukit Cibalak


Judul : Di Kaki Bukit Cibalak
Pengarang : Ahmad Tohari
Tahun : Cetakan ketiga, Agustus 2005
Tebal buku : 176 hlm.
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Kepedulian dan Keberanian dalam Novel Di Kaki Bukit Cibalak

Cerita dalam novel karya Ahmad Tohari yang berjudul Di Kaki Bukit Cibalak ini menceritakan tentang seorang pemuda yang mempunyai budi pekerti yang luhur dan memegang teguh pendirian serta mengutamakan kejujurannya. Di mata Pambudi tokoh utama pada novel ini, dia ingin agar dapat memajukan keadaan masyarakat di desanya agar tidak lagi dibodohi oleh kepala desa seperti yang terjadi selama ini. Dalam novel ini diperlihatkan bagaimana orang-orang pada tahun 1970-an di suatu desa bernama Tanggir masih banyak yang percaya sepenuhnya pada lurah mereka, mereka hanya bisa manut dan nerima tanpa mengetahui bagaimana liciknya lurah desa.

Sinopsi Novel: Belantik


Judul: Belantik
Penulis: Ahmad Tohari
Tahun: 2001
ISBN: 9796556073
Halaman: 142

Suatu hari Handarbeni merasa sangat gelisah. Handarbeni adalah salah satu pejabat Negara. Dia memiliki musuh yang bernama Bambung, yaitu seorang pejabat yang terkenal sebagai pelobi yang cerdik. Dia gelisah karena istri simpanannya yang bernama Lasi akan dipinjam oleh Bambung. Lasi adalah seorang wanita dusun yang pergi Jakarta untuk bekerja menjadi wanita penghibur. Karena parasnya yang cantik, sehingga dia menjadi rebutan para pejabat Negara.

Sinopsis Novel: Mas Mantri Menjenguk Tuhan


Mas Mantri, tokoh imajiner ciptaan Ahmad Tohari. Ia memang piawai dalam menggali informasi banyak hal. Ia dapat merekam realitas sosial, nilai-nilai ketuhanan secara apik, meskipun disampaikan dengan bahasa dan filosofi yang sederhana ala wong ndeso. Mas Mantri Menjenguk Tuhan merupakan kumpulan kolom Ahmad Tohari di harian Suara Merdeka dan terbit sekitar pada masa periode akhir pemerintahan Orde Baru. Meskipun ditulis beberapa tahun yang silam buku ini tetap masih relevan dan layak dibaca pada zaman mana pun. Tergantung bagaimana sudut pandang Anda saat membacanya.

Ahmad Tohari memang senang berkontemplasi dan merenung. Terlihat dari tulisan-tulisannya. Ada tokoh-tokoh imajiner namun sangat kuat sehingga dapat menjelaskan realitas secara transparan dan detail. Ia senang menyapa pembacanya dengan masalah-masalah aktual tentang kehidupan sosial.

Sinopsis Novel: Senyum Karyamin


Judul buku : Senyum Karyamin
Pengarang : Ahmad Tohari
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama Jakarta
Tahun Terbit : 1995
Tebal Buku : 75 halaman

Hanya Sebuah Jasa buat Sanwira
Oleh Hardika Dwi Hermawan

Banyak cerpen yang menarik untuk kita baca karena isi dan amanatnya yang bermanfaat. Salah satunya adalah cerpen karya Ahmad Tohari. Ahmad Tohari merupakan seorang penulis asal Banyumas yang telah banyak menghasilkan karya tulis. Beberapa buku karya Ahmad Tohari antara lain buku Belatik, Bekisar Merah, Jantera Bianglala, dan masih banyak karya menarik lainnya. Diantara karyanya tersebut, terdapat satu buah buku kumpulan cerpen yang sangat populer dan menarik yaitu kumpulan cerpen Senyum Karyamin. Dalam resensi ini, penulis hanya membahas satu cerpen yang terdapat dalam kumpulan cerpen tersebut, dengan judul “Jasa-jasa buat Sanwira”.

Sinopsis Novel: Bekisar Merah


Judul: Bekisar Merah; 
Pengarang: Ahmad Tohari; 
Terbit: Mei, 1993; 
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama; 
Halaman: 312 halaman.

Hal yang paling saya suka dari karya sastra seorang Ahmad Tohari adalah tema-tema sederhana tentang masyarakat lapisan bawah beserta kompleksitas kehidupan mereka. Kental dengan budaya Jawa, lebih tepatnya, membuat saya, yang memang lahir dan tumbuh di Jawa, merasa tak berjarak dengan karakter-karakter dalam beberapa karya sastranya yang pernah saya baca. Paling tidak, itu yang saya rasakan ketika saya membaca Bekisar Merah.

Awalnya hidup Lasi bahagia, walaupun hanya menjadi istri dari seorang penyadap nira di sebuah kampung pedalaman bernama Karangsoga. Kesibukannya tiap hari adalah mengolah nira hasil panen suaminya menjadi gula kelapa. Walaupun jauh dari kecukupan, hidup bersama seorang yang sangat dicintai adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi Lasi. Bahkan, ketika suatu kecelakaan membuat Darsa, suami Lasi, tidak mampu memberikan nafkah lahir dan batin, Lasi tetap setia. Namun, kesetiaan itu mendapat ujian.

Sinopsis Novel: Orang-orang Proyek


DATA BUKU
Judul Buku : Orang-orang Proyek
Penulis : Ahmad Tohari
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Januari, 2007
Tebal : 224 halaman

Sinopsis: Orang-orang Proyek
Kukuhnya Idealisme Insinyur pada Novel Orang-Orang Proyek

oleh Cepy Hidayaturrahman.

Bisa dibilang novel ini yang pertama kali menggugah saya untuk terus membaca novel hingga sekarang. Pada mulanya saya tertarik membaca judulnya yang dapat dibilang lebih pantas tertera sebagai salah satu judul buku manajemen industri. Namun setelah saya baca lebih lanjut, ternyata buku ini merupakan novel anggitan sastrawan Ahmad Tohari.

Orang-Orang Proyek berkisah tentang kehidupan seorang insinyur sipil yang bernama Kabul yang dipercaya memegang proyek pembangunan jembatan di pinggiran Sungai Cibawor. Latar dan penokohan yang kuat dari Ahmad Tohari pada novel ini mampu membawa imajinasi pembaca seakan hadir langsung dalam konflik-konflik yang terjadi.

Sinopsis Novel: Lintang Kemukus Dini Hari


Rasus telah pergi bersama tentara pimpinan Sersan Slamet. Hal ini membuat Srintil sakit hati karena Rasus pergi tanpa pamit. Srintil mulai berubah sikapnya, ia sering merenung dan menangis. Bahkan Srintil berani menolak untuk tampil menari. Suatu hari Srintil melihat anak-anak kambing yang sedang menetek, tiba-tiba hasrat untuk memiliki bayi muncul dibenaknya. Pak Marsusi yang datang untuk menemui Srintil tidak dapat terwujud. Srintil pergi ke pasar Dawuan, ia pun beristirahat di salah satu warung nasi. Semua orang yang melihat Srintil nampak kasihan.Di pasar Dawuan Srintil bertemu dengan Kopral Pujo dan mendengar berita bahwa Rasus telah pergi ke markas batalyon. Mendengar berita itu, Srintil menjadi lebih murung. Kemudian datang Nyai Sakarya dan mengajak Srintil pulang ke Dukuh Paruk.

Srintil sakit untuk waktu yang cukup lama. Hanya bayi yang bernama Goder yang dapat menyembuhkannya. Srintil kembali sehat dan kini wajah dan bentuk tubuhnya sangat menarik perhatian orang-orang yang melihatnya. Suatu hari Pak Marsusi datang lagi ke rumah Kertareja, Srintil pun mau menemuinya. Namun Srintil tetap dengan menggendong Goder. Srintil ingin diajak pergi jalan-jalan, tapi menolak. Pak Marsusi yang datang dengan membawa kalung emas kecewa dan marah besar. Nyai Kertareja pun memarahi Srintil dan menyinggung tentang orang tua Srintil yang telah tiada. Hal ini membuat Srintil bersedih.

Sinopsis Novel: Kubah


Judul         : Kubah
Pengarang : Ahmad Tohari
Penerbit     : PT.Dunia Pustaka Jaya
Terbit : Tahun 1982
Pencetak    : PT.Panglipur, Bandung

Karman amat canggung dan gamang. Kepada Komandan Karman membungkuk berlebihan. Karman mengerti harga dirinya tidak semahal kertas yang dibawanya, dan tidak semahal ruangan di mana kini ia berada. Ia merasa asing, walaupun Karman sudah bebas, ia merasa ada pemisah antara dirinya dengan alam sekitarnya. Ia yakin itu, karena ia tahu bahwa dirinya adalah bekas tahanan politik. Nyatanya sejak dua belas tahun lalu Karman telah kehilangan diri dan pribadinya. Ia selalu merasa rendah diri. Di bawah pohon beringin di tengah alun-alun Karman istirahat.

Manfaat Crystal-X

Toko Kirana

Cari Loker Disini


Popular Post

PRODUK UNIK JANGAN DI-KLIK
Copyright © 2013 Ahmad Tohari Pages . All rights reserved.. Powered by Blogger.